Model Pembangunan Berimbang A la KDM
Infrastruktur Tumbuh Sejalan dengan Pelestarian Alam
Gubernur Jawa
Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk membangun infrastruktur
secara beriringan dengan upaya pelestarian alam sepanjang tahun pertama masa
kepemimpinannya.
Pendekatan
pembangunan berkelanjutan ini diwujudkan melalui berbagai program fisik yang
tidak hanya berorientasi pada peningkatan konektivitas dan layanan publik,
tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan di Jawa Barat.
Salah satu fokus
utama Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM adalah perbaikan dan penguatan
jaringan jalan provinsi. Sepanjang 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Barat
merekonstruksi jalan sepanjang 223 kilometer dengan total anggaran mencapai
Rp1,2 triliun.
Selain itu,
pemeliharaan jalan berkala turut dilakukan pada ruas sepanjang 211 kilometer
dengan dukungan anggaran sebesar Rp520 miliar. Upaya peningkatan kualitas jalan
juga mencakup pelebaran ruas jalan sepanjang 4,7 kilometer dengan anggaran
Rp6,1 miliar. Tak hanya itu, pembangunan jalan baru turut direalisasikan di
sejumlah wilayah strategis, yakni sepanjang 6,6 kilometer di Kabupaten Sukabumi
dan 0,4 kilometer di Kota Bekasi.
Pembangunan
infrastruktur tidak berhenti pada sektor jalan. Sepanjang 2025, sebanyak 11
unit jembatan diganti untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran mobilitas
masyarakat. Proyek penggantian jembatan tersebut menelan anggaran sebesar Rp94
miliar.
Sektor
penerangan dan kelistrikan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah Provinsi
Jawa Barat membangun 16.043 unit penerangan jalan umum (PJU) dengan total
anggaran Rp493 miliar. Selain itu, pemasangan sambungan listrik sebanyak 76.038
unit telah dirampungkan guna memperluas akses listrik bagi masyarakat.
Penguatan
infrastruktur merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kualitas hidup
masyarakat yang lebih layak. Infrastruktur yang memadai dinilai mampu menopang
berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan
ekonomi daerah.
“Dengan
infrastruktur yang memadai, kebutuhan sektor pendidikan, kesehatan hingga
perekonomian dapat terpenuhi dengan baik,” Tegas KDM.
Sejalan dengan
pembangunan fisik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menuntaskan berbagai
program pelestarian lingkungan sepanjang 2025. Salah satu program unggulan
adalah peremajaan perkebunan teh yang dilaksanakan di Kebun Teh Malabar,
Kabupaten Bandung, seluas 5 hektare, serta di Kecamatan Ciater, Kabupaten
Subang, dengan luas yang sama.
KDM menyampaikan
bahwa ke depan, area pertanian sayur di wilayah dengan tingkat kecuraman tinggi
secara bertahap akan dialihfungsikan menjadi perkebunan teh guna mengurangi
risiko kerusakan lingkungan. “Daerah-daerah menuju kawasan tebing yang
kecuramannya tinggi yang masih ada kebun sayur secara berlahan juga akan kita
mulai tanami teh,” kata KDM.
Selain itu,
rehabilitasi hutan seluas 1,2 hektare dan reboisasi hutan bambu seluas 7,8
hektare juga telah dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem.
Program pelestarian lingkungan lainnya mencakup normalisasi badan air untuk
mitigasi bencana. Sepanjang 2025, pemerintah menormalisasi 17 sungai, 55 situ,
satu oxbow, dan dua embung. Upaya ini dilengkapi dengan pembangunan pos pantau
curah hujan, pos duga air, pos hidrologi, serta sumur bor. Total anggaran yang
digelontorkan untuk rangkaian kegiatan tersebut mencapai Rp168 miliar.
Menurut KDM,
normalisasi sungai, situ, dan embung menjadi langkah krusial dalam mencegah
luapan air yang berpotensi menimbulkan banjir di wilayah pemukiman. Langkah
pelestarian lingkungan juga diperkuat melalui pembebasan dan pengelolaan mata
air di dua wilayah sungai dengan anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Program ini bertujuan menjaga ketersediaan
sumber daya air bersih sekaligus melindungi kawasan tangkapan air.
Melalui sinergi antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memastikan pembangunan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.
