Apakah tambah semen, beton akan tambah kuat?
Kita sering mendengar bahwa bangunan atau konstruksi beton jalan
Kita sering mendengar
bahwa bangunan atau konstruksi beton jalan itu cepat rusak karena kurang semen.
Logika bisa benar bila kontraktor itu mengurangi semen campuran tidak sesuai proporsi yang tepat.
Kalau begitu jika
ingin beton kuat perbanyak semennya? Itu juga bisa betul jika kekuatan beton
cuma ditentuin dari “semen lebih banyak” , dengan logika semen sebagai “lem
perekat” akan makin merekatkan, padahal
itulah awal bencana karena banyak beton malah retak sebelum umurnya ketika semennya diperbanyak.
Mengapa terjadi
demikian? Semen jika ketemu air
terjadilah reaksi kimia hidrasi. Reaksi itu mengeluarkan panas yang lumayan
tinggi . Jika proporsi semen terlalu dominan, suhu beton bakal naik drastis
(heat of hydration) dan memuai secara berlebihan. Maka akhirnya akan muncul
retak rambut, ketika suhu beton mulai turun maka akan menyusut.
Karena kandungan
semennya terlalu tinggi , maka penyusutan akan ekstrem sehingga membuat
permukaan beton retak-retak. Bukan kokoh, beton malah punya celah buat air
masuk dan bikin besi didalam karatan.
Jadi yang benar yang
bikin struktur awet itu bukan adukan yang banyak semen , tapi campuran
yang proporsinya tepat. Kekuatan beton itu berbanding terbaik sama FAS (Faktor
Air Semen). Makin kecil FAS (air sedikit) makin kuat betonnya.
Jadi kalau hanya nambahan semen tanpa ngitung airnya, ,adukannya bakal susah dikerjakan atau malahan keropos.
